• Jl. Lekatu, Tawanjuka, Kec. Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94127
  • Info@gmail.com
  • Office Hours: 8:00 AM – 17:00 PM

SEJARAH KELURAHAN TAVANJUKA
Tavanjuka berasal dari dua suku kata yaitu “TAVA” yang artinya “DAUN” dan “JUKA” yang berarti
“MELINJO”, pada masa lalu Kelurahan Tavanjuka banyak ditumbuhi pohon melinjo yang daunnya
dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai makanan atau sayuran sehingga diambil nama daun melinjo
sebagai nama Kelurahan.
Kelurahan Tavanjuka diawali dari Kerajaan Tatanga. Ketika masa kepemimpinan Raja Jalalangi
diangkat pula Baligau I, setelah Raja Jalalangi diteruskan oleh Raja Puelomba berdampingan dengan
Baligau II, yang dilanjutkan oleh Raja Daentalili berpasangan dengan Baligau III, Setelah Daentalili
dilanjutkan oleh Baligau IV dan seterusnya sampai Baligau VII. Ketika Baligau VII tertangkap oleh
Belanda dan diasingkan ke Pulau Jawa, mulai saat itu pulalah runtuhnya Kerajaan Tatanga.
Turunan raja dari kerajaan Tatanga terpencar dan yang muncul hanyalah Putra Daentalili bernama
Jalalemba memiliki anak 11 orang. Salah satu diantaranya bernama Bidarawasia kawin dengan
Magaupalu bernama Yojokodi kemudian dari hasil perkawinan ini memperoleh anak masing-masing
Pariusi, Parampasi, Ijasa dan Puangia. Yang melanjutkan kepemimpinan Magau setelah Yojokodi adalah
Parampasi kemudian dilanjutkan oleh Djanggola dan Magau terakhir adalah Tjatjo Ijasa. Pada masa
Djanggola menjadi Magau, saat itulah terbentuk desa Tavanjuka yang dipimpin oleh Laimpiluru Kupalele yang menjadi Kepala Desa pertama. Selanjutnya Pilajuni sebagai Pejabat Sementara kemudian terpilih
kembali Laimpiluru Kupalele dan selanjutnya adalah Sundurante, Dg Sirua, Lanawi Yapela, Pahuta
Amirkasa, Yunus Bini, Dg Sirua. Tahun 1981 yang semulanya Tavanjuka yang merupakan Desa berubah
menjadi Kelurahan yang dipimpin oleh seorang lurah yang bernama Ali Kupalele kemudian digantikan
oleh Tulus Mahmud, kemudian digantikan oleh Abd Wahab S. Pattah, kemudian digantikan oleh Suni,
kemudian digantikan oleh Asra Nusi, kemudian digantikan oleh Drs. Abd Muin, kemudian digantikan oleh
Ibnu Ibrahim, kemudian digantikan oleh Didi Bakran, SH, kemudian digantikan oleh Hady Lakamara,
kemudian digantikan oleh Yohan Wahyudi,S.STP.M.Si, kemudian digantikan oleh Ridwan,S.Sos,
kemudian digantikan oleh Reenas, S.Sos, kemudian digantikan oleh Nurdin F. Adam, SAP, kemudian
digantikan oleh Putra Maharandha Airlangga.,S.STP.,MH sampai saat ini. (Sumber : Irwan, Pecinta
Sejarah dan Budaya Sekaligus Kolektor Guma Kelurahan Tavanjuka)